JAMPAYAR (NEWS) - Mahasiswa yang
tergabung dari berbagai elemen dan masyarakat menggelar aksi bersama,
meraka menolak rencana pemerintah yang akan menaikan harga bahan bakar
minyak (BBM) mulai awal April 2012 di jalan Jenderal Sudirman Solo,
Senin.
Aksi yang ditandai dengan pembakaran sebuah boneka itu berlangsung
tepatnya di depan kantor Bank Indonesia Solo. Diikuti oleh dari kelompok
BEM Solo Raya, PMKRI, GMNI, PMMI, SBSI 92 dan warga kota Solo.
Aksi tersebut sempat membuat jalan Jenderal Sudirman yang dua raha
itu menjadi macet, karena dipadati oleh para peserta demontrans. Para
demontran dalam aksinya juga membentangkan kain sepanjang 200 meter
untuk meminta dukungan menolak kenaikan BBM dengan tandatangan kepada
warga yang melintas di jalan tersebut.
Peserta aksi tersebut juga sempat mendaulat Wakil Wali Kota
Surakarta FX Hadi Rudyatmo (Rudy) untuk menyampaikan orasinya. Rudy
dalam orasinya mengatakan bahwa Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota
dipilih oleh rakyat, untuk itu juga harus mendengarkan jeritan rakyat.
"Adanya kenaikan BBM ini jelas memberatkan masyarakat, maka kalau
rakyat merasa berat, maka pemerintah harus mendengarkan jangan terus
memaksakan kehendaknya. Naiknya BBM jelas nantinyakan akan diikuti juga
naiknya barang-barang kebutuhan bahan pokok dan lain-lain. Sekarang ini
BBm belum dinaikan harga-harga barang kebutuhan pokok sudah naik, hal
seperti ini harus diperhatikan," kata Rudy.
Koordinator Aksi SBSI 92 DPC Kota Solo Suharno mengatakan, rencana
pemerintah untuk menaikan BBM jelas akan memberatkan buruh, yang
upahnya tidak naik. "Saya minta rencana pemerintah untuk menaikan BBM
itu dibatalkan, kalau tidak upah buruh juga harus naik minimal sesuai
kenaikan harga BBM".
Suleman korlap aksi tersebut juga senada mengatakan dengan naiknya
harga BBM tidak manusiawi, karena jelas akan menambah kemiskinnan yang
lebih parah lagi. "Mereka yang menentukan kebijakan menaikan harga BBM
itu yang memilih rakyat semestinya mereka itu juga mengerti penderitaan
yang memilih, bukan justru menambah sengsara".
Setelah para demontrans puas melakukan orasi, mereka sekitar pukul
12.00 WIB terus membubarkan diri dengan tertib dan pihak aparat baik
dari Polri maunpun TNI hanya berjaga dari kejahuan sambil mengatur arus
lalu lintas yang tersendat-sendat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih